Beautiful Side of Journalism

Standard

Many people might think that journalism skill is a boring and unuseful skill. They also think that learning journalism is as difficult as doing an English exam. However, we get much information and news from journalism skill. We usually look up much information from books, articles, blogs, news programs and others. Basically, those media are tied with journalism. Without our consciousness, our life is tied with journalism world. It’s important for us to learn journalism skill such as reporting news, writing articles and blogs, and publishing our journalism work.  There are many advantages if we improve our journalism skill.

Basically, journalism covers some skills. First skill is reporting . We can collect much data for supporting our journalism work. Without reporting, we can’t get any information from the world. One of reporting ways is interviewing. Then the next skill, we must learn how to writing with using basic technique of journalism. As example, when we are in writing session, we need to give attention in 5W + 1H rule. Then the last skill is designing and publishing. Our work will be futile when our design is not life and interesting. We must learn how to design and publish our work well, so all people will be attracted.

Although journalism seems complicated as writer explained above, journalism is a beautiful world. There are some reasons which can explain why writer can say it. Journalism is a place to share our knowledge among each other. Even, we can share our journalism work through around the world with technologies in this globalisation period, such as blog and news online in internet. Besides that, journalism is a media where we can express our idea and experience of life. Even we can get more money with journalism, moreover for college students like us who need money for our college life. We can make money by pouring our ideas, writing articles then sending it to a journalism agency such as magazine and newspaper agency. Just imagine, we can make some money with some words and sentences.

Having understood about the skills and advantages of journalism, we will learn how to improve our journalism skill. Joining a journalism club can help us to improve it. We will trained by old members who are more talented than us regularly. We can also increase our relationship between journalism mates. Knowledge and experience sharing will be held easily. But, maybe if we have problem to find a journalism club, we can also practice journalism by ourself. First, we can buy basic journalism book for explaining the steps that we must follow. Then, we must study from magazines, newspapers, news programs, articles and others frequently. By studying many examples of journalism works, we will understand how to write, report, design, and publish journalism work better than we don’t study from the real eaxamples. And the important thing that we must do is never giving up and exercising continuosly.

In conclusion, journalism is a beautiful world because we can get many advantages in it if we are willing to improve journalism skill. But, learning journalism skill isn’t as easy as turning the palm of our hand. The most important, we might not to give up easily when we are feeling our journalism work is failed. Just exercise journalism continuosly if we want our skill better. And after that make the world shine brightly with your words.

Journalism is the ability to meet the challenge of filling space.

- Rebecca West -

Sepenggal Kisah dari Negeriku

Standard

Surat untuk Bangladesh

          Assalamu’alaikum wr wb,

Tak ada yang lebih berarti untuk saat ini ketika aku dapat menggoreskan tinta persahabatan ini untukmu, wahai sahabat Bangladeshku. Semoga perlindungan Allah selalu tercurahkan di setiap detik nafasmu dan keluargamu.

Satu yang harus kita ketahui lebih awal, bahwa kita baru mengenal untuk 2 tahun ke belakang, namun tak pernah satupun dari kita mengetahui lebih dalam kisah hidup masing-masing. Kisah hidup yang akan lebih berharga jika kita saling mengetahui dan bertukar akannya. Maka, jika tak keberatan, sudikah kiranya dirimu membaca dan menyimpan kisah hidupku yang akan kuceritakan kali ini?

Wahai sahabatku yang berada jauh disana, surat ini datang dari seorang gadis biasa yang benar-benar biasa dan selama ini hanya melakukan hal-hal yang “masih” biasa. Seorang gadis yang memiliki nama ANNISA NUR RASYIDA dan telah dianugerahi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan selama 19 tahun ini oleh Sang Pencipta. Annisa Nur Rasyida adalah do’a yang terpanjat dari orang tuaku ketika saat itu aku masih menjadi bayi merah. Anak perempuan yang memiliki cahaya petunjuk menuju jalan yang benar, dan semoga itu adalah do’a yang terkabulkan oleh Allah.

Dahulu ketika aku masih kecil, hanya sebuah gambaran kehidupan yang polos, indah, berwarna, dan bahagia yang melintas di bayanganku. Namun, itu semua mulai berubah ketika Ayah meninggalkan kami sekeluarga menuju ke hadapanNya. Aku tak begitu mengerti sebenarnya apa yang terjadi saat itu, wahai kawanku. Namun, aku tahu ada sesuatu yang tidak beres menggores bahkan mencoret bayangan-bayangan indah yang telah kuciptakan tadi. Saat itu usiaku masih 6 tahun. Lalu setelah itu hanya ibuku dan kakakku yang kutemukan ketika aku bangun di pagi hari.

Wahai opurnon, sahabat yang belum pernah kujumpai, seharusnya kesedihanlah yang kurasakan setelah itu, namun aku tak pernah menjumpainya. Kehidupanku terus berjalan sebagaimana roda yang tak lelah bergulir menuju sebuah tujuan yang masih gelap untuk dicapai. Seperti anak lainnya, aku masuk ke sebuah Taman Kanak-Kanak yang tak jauh dari rumah dan tak pernah kusadari aku sudah lulus dari tempat itu setelah 2 tahun. Lalu untuk beberapa alasan aku harus meninggalkan Malang, kota kelahiranku, menuju sebuah desa di sebuah kota yang dijuluki dengan Kota Angin, yaitu Nganjuk. Disana aku harus tinggal dengan Kakek dan Nenek selama ibuku melanjutkan studi kuliahnya dalam beberapa tahun. Disana pula aku menghabiskan masa SD yang begitu polos dan bahagia dengan teman-teman desaku. Euforia desa yang ramah dan tak pernah kudapatkan di tempat kelahiranku, saat itu dapat aku rasakan dengan mudah. Keramahtamahan, kesopanan, kebaikhatian, lingkungan yang peka untuk saling tolong menolong dan kesederhanaan, semua itu pelajaran yang terpatri dalam diriku.

Tahukah kau, wahai sahabat Bangladeshku yang baik hatinya, dulu ketika kira-kira aku duduk di bangku kelas 3 SD, ada sebuah cerita yang akhirnya dapat mempengaruhi sebagian besar tujuan hidupku. Cerita mengenai alam semesta. Konon bintang-bintang yang berkelap kelip dengan indah di malam hari itu tidak hanya sekedar bintang, namun mereka adalah ruh-ruh dari orang-orang yang telah meninggal. Saat itu aku berpikir tentang ayahku. Pasti begitu menyenangkan jika aku dapat mencapai bintang itu dan bertemu ayahku. Saat itu pikiranku masih polos. Namun, seiring berjalannya waktu, aku tahu cerita itu hanyalah mitos, sebuah mitos yang mengantarkanku menuju sebuah cita-cita, yaitu menjadi seorang Astronom.

Saat SMP, aku benar-benar tergila-gila kepada ilmu sains. Aku begitu menekuni pelajaran-pelajaran seperti matematika dan fisika, karena bayanganku pelajaran itulah yang akan mengantarku menuju cita-citaku. Bahkan saat itu aku sudah merencanakan untuk melanjutkan studi ke SMA Negeri favorit bersama teman-temanku. Namun, apakah kau tahu opurnon, bahwa tak ada yang pernah tahu apa yang direncanakan Allah untuk makhlukNya. Entah apa yang ada di pikiranku, tepat setelah UN SMP selesai diselenggarakan, aku justru meminta ibu untuk dimasukkan ke sebuah pondok pesantren. Seluruh teman-temanku pun kaget aku memutuskan seperti itu, bahkan sebenarnya aku sendiri masih kaget dengan keputusanku. Akhirnya aku pun berangkat menuju pondok pesantren khusus wanita di Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Keputusan itulah yang menjadi titik balik bahkan titik nol dari seluruh perjalananku setelah itu.

***

            Apakah kau bertanya-tanya wahai kawan mayaku, apa yang aku dapatkan di pesantren itu? Pesantren itu menjadi kawah candradimuka bagiku. Aku yang menjadi murid baru disana, diibaratkan sebagai panci yang bagian bawahnya penuh dengan abu dan kerak hitam tebal yang menempel dan butuh berbulan-bulan lamanya untuk dibersihkan. Aku belajar mulai dari nol. Belajar mengenai agamaku, Islam, belajar mengenai bahasa nenek moyangku, bahasa Arab, belajar mengenai kehidupan, kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam, dan belajar untuk lebih mengenal Tuhanku, Allah SWT. Disana, semua cara berpikirku diubah untuk lebih dewasa dan mandiri. Cara berpikir yang semuanya harus berpusat  ke sebuah kalimat yaitu LAA ILAAHA ILLALLAH. Disana aku mempelajari bahwa orang yang mengerti arti kalimat dari Laa ilaaha Illallah belum tentu sikap dan perilakunya mencerminkan Laa illaha Illallah, oleh karena itu disanalah aku belajar untuk dapat seperti itu, dan berharap jika keluar dari pesantren aku dapat mencari ladang dakwah dimana aku dapat berjihad.

Namun, lagi-lagi wahai sahabatku yang menyandang nama indah, Faisal Sobhan, tak akan pernah ada yang tahu rencana Allah untuk hambaNya. Selama di pesantren, satu hal yang tak bisa ku lupakan, menjadi Astronom. Aku tahu, jika aku meneruskan studiku di pesantren, maka kemungkinan kecil cita-citaku akan tercapai, karena disana aku jarang menemukan pelajaran mengenai Matematika dan Fisika, walaupun seharusnya aku tak berkeyakinan seperti itu, Allah lah yang merencanakan segalanya. Aku masih haus akan ilmu itu, toh ilmu itu juga berasal dari Allah. Dan jawaban itu datang pada awal tahun ketiga disana. Aku terserang penyakit tifoid beberapa kali dan harus masuk rumah sakit untuk beberapa kali juga. Ibu yang sudah tua, kurus, dan masih bekerja mengatakan bahwa beliau tidak sanggup jika aku terus-terusan sakit seperti itu. Akhirnya beliau memberiku saran untuk keluar dari pesantren, yang kusambut dengan anggukan mantap dan penuh harap. Dengan serangkaian proses administrasi yang pelik dan disertai tekanan-tekanan dari ustad dan ustadzah yang tidak setuju dengan keputusan kami, akhirnya aku dapat keluar dengan resmi dari pondok itu dengan izin, kebaikan hati dan doa restu pimpinan tertinggi pesantren tersebut, Ustadz Hidayatullah Zarkasyi.

Keputusan yang begitu mendadak dan  tidak dibarengi dengan persiapan yang mantap. Aku mulai bingung untuk melanjutkan  studi kemana. Aku sudah tertinggal beberapa tahun dari teman-temanku dan calon SMA Negeri favoritku dulu  tentunya sekarang sudah menjadi kenangan saja. Pindahan dari pesantren tentunya akan susah untuk masuk ke SMA Negeri. Namun akhirnya sekali lagi Allah menunjukkan kasih sayangNya. Aku diterima di sebuah SMA swasta di Malang. Bagiku itu tidak apa-apa, yang penting aku dapat meneruskan studiku untuk persiapan ke jenjang perguruan tinggi. Maka di mulailah kehidupanku yang baru lagi.

***

             SMA swasta ini adalah fenomena realita kehidupan di negeriku yang sebenarnya. Aku bahkan tak pernah membayangkan akan bertemu dengan pengalaman seperti ini. SMA ini hanya memiliki 6 kelas yang rata-rata setiap kelasnya hanya memiliki murid kurang lebih 25 siswa. Gedung kelasnya pun masih dalam tahap pembangunan, dan sebagian kelas masih meminjam ruang dari SMP sebelah. Guru-gurunya pun sangat minim atau mungkin dapat aku katakan bahwa SMA ini kekurangan tenaga pengajar yang memadai. Namun, disinilah aku menemukan teman-teman “istimewa”ku. Teman-teman yang berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya walaupun akhirnya banyak di antara mereka yang harus mengorbankan jam-jam belajarnya. Menjadi pembantu rumah tangga, kuli bangunan lepas, tukang ojek setelah pulang sekolah adalah  makanan mereka sehari-hari. Makanan yang mereka lahap dengan senang walaupun aku tahu sebenarnya rasanya sangat pahit. Sebagian rumah mereka yang pernah aku kunjungi dapat dikatakan sebagai rumah tak layak, tembok dari triplek dan bambu, lantai masih beralaskan tanah, genting pun jarang ada yang benar-benar menutupi dengan rapat. Semua itu juga berdampak kepada semangat belajar mereka. Perlahan-lahan aku mengetahui bahwa mereka bersekolah  hanya ingin mendapatkan embel-embel Ijazah yang kemudian akan mereka pakai untuk melamar pekerjaan. Hanya sebatas itu arti ilmu dan belajar untuk mereka. Aku sempat menangis untuk itu, wahai kawanku. Aku sedih, andai aku bisa mengubah kehidupan mereka.

Ada sebuah cerita dari salah satu teman istimewaku. Ia adalah teman yang sangat rajin. Ia selalu mendapatkan juara kelas dan nilai yang baik. Catatannya selalu penuh dan lengkap. Dan satu lagi, dia lah satu-satunya temanku yang mempunyai tekad untuk dapat melanjutkan kuliah. Lalu universitas apakah yang dia inginkan? Universitas Indonesia, universitas yang nun jauh berada di ibukota, salah satu universitas terbaik di negeri ini. Namun, tekad yang kuat itu harus hangus begitu saja karena ia ditolak beasiswa dan ketidakmampuan ekonominya. Ia pernah berkata, “ Dulu, bayanganku tidak macam-macam, setelah masuk SMA lalu tinggal belajar dengan tekun dari awal hingga akhir, kemudian mendapatkan nilai-nilai yang bagus sampai akhir, maka aku bakal dapat masuk universitas, tapi ternyata itu semua salah haha” tutupnya dengan tawa yang dipaksakan.  Lalu dia berpesan kepadaku agar aku bisa meneruskan cita-citanya untuk melanjutkan studi di UI.

Wahai sahabatku yang insyaAllah selalu dilindungi Allah, aku sedih karena tidak bisa berbuat apa-apa atas itu semua, namun aku pun berjanji dalam hati, aku akan menjadi orang yang sukses dunia akhirat dan akan membantu anak-anak seperti itu untuk lebih maju dan sejahtera demi bangsa dan negara. Karena bagaimanapun juga, masa depan bangsa ada di tangan para pemuda dan pemudinya.

Menginjak tahun terakhirku di SMA istimewaku ini, aku pun bertekad untuk belajar lebih tekun agar aku bisa meneruskan harapan teman baikku untuk menggapai Universitas Indonesia yang ternama itu. Merantau jauh ke ibukota adalah tekadku. Apakah kau tahu opurnon, apa yang dipikirkan oleh tetangga-tetangga dan keluarga di sekelilingku? Mereka menasehatiku agar tidak nekat pergi, mereka meragukanku. Mereka seakan menyalahkanku karena aku tega meninggalkan ibuku yang sudah lanjut usia sendirian di rumah. Namun,seperti biasa ibuku tetap mendukungku. Beliau menginginkanku untuk lebih maju, walaupun aku seorang perempuan. Terserah apa kata orang, yang penting aku sudah mendapat ridho dari Ibuku dan insyaAllah Allah juga meridhoiku. Aku ingat dengan jelas sepotong syair islam yang kupelajari di Pesantren,

“Orang berilmu & beradab tidak akan diam di kampung halaman

 Tinggalkan negerimu & merantaulah ke negeri orang

 Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat & kawan

 Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”

Dan aku akan mengamalkan pelajaran berharga yang telah kudapat.

***

             Wahai sahabat Opurnonku yang insyaAllah entah kapan Allah akan mempertemukan kita, kau tak akan tahu bagaimana rasanya meninggalkan seorang ibu sendirian untuk merantau ke ibukota yang konon memiliki cerita kehidupan yang keras. Aku datang ke Depok untuk mengikuti bimbingan belajar masuk ke perguruan tinggi melalui jalur seleksi ujian tulis yang sangat ketat. Aku sempat merasa rendah diri, kawanku, ketika melihat mayoritas temanku berasal dari SMA-SMA negeri elit yang ada di daerah masing-masing, sedangkan aku hanya berasal dari SMA swasta yang menjadi underdog di daerahku. SMA yang selalu diejek oleh SMA negeri lainnya. Namun, aku yakin Allah akan menolongku, semua keputusan ada di tangan Allah SWT. Dan dimulailah perjuanganku belajar dengan keras di Depok sebagai anak kosan. Tryout demi try out aku jalani, dan kesemuanya tidak memberikan hasil yang memuaskan, aku pun mulai ragu untuk dapat menembus ujian ini dan masuk Universitas Indonesia. Dan datanglah  hari H itu, Laa haula wa laa quwwata illa billah, semuanya hanya kupasrahkan kepada Allah SWT. Biarlah Allah memberikan yang terbaik untukku.

Apa kau ingin tahu wahai sahabatku, apa yang Allah berikan untukku setelahnya? Tepat tanggal 9 Juli 2012 malam hari,  aku dan ibuku berharap cemas apa pengumuman yang tercantum di snmptn.ac.id. Dan ternyata pengumuman itu adalah “ Selamat Anda diterima di Fisika Universitas Indonesia”. Begitu bahagianya aku sampai aku tidak bisa mengekspresikannya dengan apa-apa. Aku hanya terdiam dan perlahan mengucap alhamdulillah berulang-ulang. Segera aku dan ibu sujud syukur atas nikmat kecil yang tak terkira ini. Ah, andai kau ada disini wahai kawanku. Namun, aku segera teringat kepada temanku, aku ingin sekali berteriak kepadanya, “aku akan melanjutkan cita-citamu wahai kawanku, aku akan berjuang dengan sungguh-sungguh di Universitas Indonesia ini, akan kubawa semangat dan ruh belajarmu bersamaku disana, dan kelak aku berjanji, dengan tekatku tak akan kubiarkan ada pemuda atau pemudi yang harus mengalami nasib sepertimu”.

Sahabat Bangladeshku yang dengan ikatan Islam, kita adalah saudara selamanya, itu tadi adalah sejumput kisah dari negeriku, negeriku yang indah namun memiliki penyakit miris di setiap sudutnya. Namun Opurnon, Indonesia tetaplah negeriku, aku mencintainya. Jika mungkin kita ditakdirkan untuk bertemu, maka akan kuajak kau untuk melihat keajaiban-keajaiban negeriku. Namun sebelumnya, aku ingin mendengar kisahmu dari negeri sana. Kisah yang tentunya mungkin dapat menginspirasi kehidupanku, dan mempererat ukhuwah islamiyah di antara kitawalaupun jarak memisahkan kita.

Semoga keselamatan dan kedamaian selalu melekat kepadamu dan keluargamu, wahai sahabatku, Faisal Sobhan.

Wassalamualaikum wr.wb

 

Contoh Autobiografi Inspiratif Universitas Indonesia

Standard

Kali ini saya akan memberikan file postingan mengenai tugas Autobiografi inspiratif yang menjadi salah satu tugas MAhasiswa BAru di Universitas Indonesia tahun 2012 ini. Autobiografi ini menceritakan mengenai perjalanan hidup saya sampai saya dapat memasuki Universitas Kuning ini. Silahkan download filenya di bawah ini.

http://www.mediafire.com/view/?35iv6bh5vbdym92

Dilema Kehidupan Seorang Pelajar Part 2

Standard

Sepertinya 1 tahun yang kulewatkan di SMA Maarif tercinta ini meninggalkan banyak kenangan yang lebih berkelok ke arah kedilemaan. Kedilemaan atas teman-temanku yang tak mempunyai pilihan hidup untuk meneruskan pendidikannya.

Saya mempunyai beberapa teman yang dengan alasan yang pilu harus meninggalkan bangku sekolahnya. Entah itu karena menikah ataupun harus bekerja. Dan salah satu kisah yang akan saya ceritakan kali ini adalah sebuah kisah yang berkisar mengenai sepak bola.

Syahril Nur Afdillah adalah salah satu dari 19 bersaudara di kelas 12 IPA yang saya tempati. Dan saya tidak akan sangsi bahwa ia adalah orang yang mahir dalam dunia persepakbolaan. Dia tergabung dalam sebuah klub di Bedali, Lawang. Dan dalam setiap kompetisi dia selalu ikut. Sampai 1 bulan yang lalu dia masih aktif di sekolah seperti biasa, masuk dan mengikuti pelajaran seperti kami. Namun setelah itu dia mulai sering bahkan berhenti untuk mengisi daftar hadir di sekolah. Dan akhirnya kami tahu bahwa dia melamar sebuah lowongan sebagai pemain team sepak bola yang tergabung dalam ISL di Sumenep, Madura dan sebuah anugerah dia diterima disana. Sebagai teman, saya juga turut berbahagia. Namun hal itu membuat sekolahnya terganggu untuk beberapa minggu. Dia harus bermain di sumenep dan tinggal di kamp. Saat itu semua guru-guru dibingungkan oleh ulah teman kami ini karena dia tidak masuk dalam jangka waktu yang lama. Padahal beberapa minggu lagi kami akan mengadakan ujian sekolah untuk proses kelulusan kami. Akhirnya dalam beberapa hari ia kembali ke Lawang dan mulai masuk sekolah lagi. Kami sangat bahagia karena dapat melihatnya lagi, dan kali ini dia kembali sebagai orang yang sudah mempunyai penghasilan yang dapat dikatakan lumayan. Dengan gigihnya dia mulai mengejar ketertinggalannya dalam ujian dan pelajaran. Karena dia menginginkan kelulusan.

Namun hal itu tidak bertahan lama. Setelah beberapa hari kami semua selesai mengerjakan ujian sekolah, ia mulai tidak masuk sekolah lagi. Kami pun mencari tahu kenapa sebabnya namun hanya ketidakpastian yang kami temukan. Kami menghubunginya namun tidak pernah mendapat balasan, bahkan ketika teman terdekatnya mengunjunginya, ia tidak ada di rumah. Guru-guru pun mulai gusar dan emosi kepada teman kami ini. Dan sekali lagi kami sudah sangat dekat dengan Ujian Nasional yang merupakan ujian terakhir bagi kami. Sedangkan dari dia, hanya ketidakpastian yang kami dapat. Akhirnya kami mendapatkan kabar bahwa ia berhenti dari sekolah yang tentunya sangat mengejutkan saya, karena bagaimanapun juga itu adalah sebuah keputusan yang sangat disayangkan. Bayangkan kurang 2 minggu lagi kami akan menghadapi ujian terakhir, tetapi ia berhenti! Tak tahan lagi saya menghubunginya. Dan ia menjawabnya. Apa yang menjadi jawabannya itu yang membuat saya merasa sangat benci terhadap realita. Orang tuanya menyuruhnya berhenti dari sekolah dan kembali ke Sumenep meneruskan karirnya walaupun sebenarnya ia tak mau. Namun ia tak bisa menolaknya. Entah apa yang dipikirkan oleh orang tuanya hingga mengambil keputusan yang saya pikir itu egois, karena tentu saja kita tahu apa dibalik itu semua, pekerjaan dan uang.

Sekali lagi ITULAH REALITA. Yang benar-benar sangat jauh dari harapan kita. Yang membuat seorang pelajar yang hampir lulus dari SMA menjadi berhenti padahal ia tinggal 1 langkah lagi dari kata LULUS itu. Betapa realita adalah sebuah jam pasir yang tak dapat dibalik lagi. Dan UANG adalah penguasa dalam realita sekarang ini.

My Daemon

Standard


Kehidupan di novel trilogi His Dark Materials ternyata ada di kehidupan saya. Tentunya bagi yang tahu tentang trilogi ini, mengerti tentang keberadaan daemon bagi manusia. Bagi yang belum mengetahui, saya akan memperkenalkannya kepada kalian.

Manusia hidup mempunyai jiwa dan jiwa tersebut dibagi menjadi dua, satu di tubuh manusia itu sendiri dan satu lagi menjelma sebagai daemon. Daemon tak kan pernah dapat terpisahkan dari manusia yang memilikinya. terpisah sejauh lebih dari 1 meter saja maka ikatan jiwa antara daemon dan manusia akan terputus dan berakibat kematian. Bentuk daemon itu sendiri berupa hewan. Pada masa kanak-kanak wujud daemon dapat berubah ubah dari hewan satu ke hewan yang lainnya, namun ketika beranjak dewasa maka wujud daemon akan berubah tetap sesuai dengan karakter dan sifat dari pemiliknya. Daemon dapat berbicara. Namun menjadi sebuah aib untuk menyentuh dan berbicara dengan daemon orang lain.

Itu tadi adalah uraian singkat mengenai daemon. Dan sekarang giliran saya untuk menceritakan daemon yang saya punya. Well, sebenarnya ia bukanlah benar-benar daemon, namun fantasi saya yang mengatakan bahwa ia juga dapat disebut daemon. Ia bernama Ndonk dan seekor kucing. Tapi bukan hanya sekedar kucing biasa, karena dia adalah kucing saya :D. Kalau ada alat untuk mengukur IQ kucing maka IQ kucing saya mungkin adalah 114 (ini adalah nilai IQ saya).

Ndonk datang entah darimana dan tiba-tiba tersangkut di pagar rumah saya dan mengeong ngeong seperti minta tolong. Dengan wajahnya yang lugu dan mata membesar berkaca-kaca rasanya saya tak tega tuk mengabaikan. Dan hati saya tergerak untuk mengadopsinya. Seiring berjalannya waktu dia menjadi bagian dari keluarga kami. Ialah satu-satunya teman yang saya punya ketika sendirian di rumah karena pada faktanya saya memang lebih sering sendirian di rumah. Ndonk seperti selalu mengerti apa yang saya pikirkan dan rasakan. Ketika saya menangis di kamar, dia segera menghampiri saya dan menggosok-gosok tubuhnya ke tangan saya. He is One of my BEST FRIEND dan satu-satunya laki” yang pernah dekat dengan saya sampai umur saya yang 19 tahun ini ^-^. Walaupun mungkin dia agak hyperactive (-.-).

Setiap saya melihatnya tertidur pulas dengan perutnya yang gendut dan ekor pendek melingkar di pantatnya, saya berfikir apakah ia akan menjadi daemon saya selamanya? dia salah satu melodi yang menghiasi kehidupan saya, suatu jiwa yang mengisi detik-detik kosong saya. Namun tentunya tak kan pernah ada yang abadi bahkan seekor daemon pun. Meskipun begitu saya selalu bangga karena saya pernah mempunyai Ndonk sebagai daemon yang tak sekedar daemon.

JADWAL SNMPTN 2012

Standard

Pendaftaran Jalur Undangan 1 Februari – 8 Maret 2012 pukul 22.00 WIB
Seleksi Jalur Undangan 9 Maret – 15 Mei 2012
Pengumuman Jalur Undangan 28 Mei 2012 pukul 18.00 WIB
Pendaftaran Ulang yang diterima 12 – 13 Juni 2012

JADWAL JALUR TERTULIS

Tatacara pengisian borang pendaftaran bisa mulai di unduh di http://download.snmptn.ac.id 11 Maret 2012.
Pendaftaran Online 10 – 31 Mei 2012
Jadwal Ujian Tertulis 12-13 Juni 2012
Jadwal Ujian Keterampilan 14 dan/atau 15 Juni 2012
Pengumuman Hasil Ujian 7 Juli 2012 mulai pukul 19.00 WIB.

Semoga berhasil dalam SNMPTN 2012 :D !!!

MAN JADDA WA JADA inga inga ting…

Dilema Kehidupan Seorang Pelajar

Standard


Sebagai pelajar, seorang pelajar mempunyai kewajiban pokok yang dapat kita sebut dengan BELAJAR. Namun apa yang telah saya lihat begitu membuat hati saya tersentuh dan mematahkan pernyataan yang baru saja saya kemukakan. Dan lebih memiriskan lagi yang saya lihat bukan orang yang tidak pernah saya kenal, namun orang yang dekat dengan kehidupan saya.

Pada tahun 2011-2012 ini saya berkesempatan untuk mengenyam pendidikan tingkat SMA di SMA swasta di Malang,Lawang. Dimana untuk pertama kalinya saya berada di tengah masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah. Ketika saya harus beradaptasi dengan teman-teman baru saya, saya benar-benar terkejut, ternyata kisah seperti di film Laskar Pelangi dapat saya temui di sekolah ini. Saya masih dapat menemukan daya juang remaja untuk bertahan hidup dan bersekolah. Betapa ironis sekali, ketika kita harus mendengar bahwa seorang remaja di bawah umur harus menafkahi keluarganya sekaligus berjuang untuk membiayai sekolahnya. Dan saya kira hal-hal seperti itu hanya saya temukan di novel-novel atau film. Tetapi tidak, semua itu sekarang telah hadir di depan mata saya dan menjadi bagian dari hidup saya.

Teman-teman saya bukanlah orang yang dapat dikatakan berkecukupan. Bahkan lebih dari 50% dari mereka yang bersekolah di SMA ini dapat dikatakan harus berjuang keras untuk dapat bersekolah. Hal itu saya temukan ketika saat hari Minggu, yang harusnya dikatakan saat untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga, justru saat itu saya harus melihat kebalikannya. Tepatnya di pasar kota, saat saya berjalan-jalan untuk merefreshingkan pikiran, saya melihat salah satu teman saya sedang menunggui sepeda motornya yang diparkir di pinggir pertokoan dekat pangkalan ojek. Segera karena saya mengenalnya dan dia adalah teman SMA saya, saya menyapanya dengan senyum. Namun apa yang saya dapatkan? Dia melihat saya namun tidak membalas sapaan saya dan segera memalingkan muka dan menjauh dari saya dengan mengenakan helm. Namun pada saat yang sama ada ibu dan anak yang baru saja keluar dari pasar segera menghampirinya dan berkata “ojek mas!”. Baru saat itu saya sadar apa yang sedang dia kerjakan dari tadi. Teman saya adalah tukang ojek. Dia segera menaiki sepeda motornya dan mengantar ibu dan anak tadi pergi ke tempat tujuan mereka, tanpa menoleh sedikitpun kepada saya. Dan saya pun hanya dapat melihatnya pergi menjauh dan menghilang dengan perasaan terkejut dan iba. Esok harinya, saat saya bertemu dengannya di sekolah, ia segera menyapa saya dengan senyum malu-malu dan meminta maaf karena kemarin ia tidak dapat membalas sapaan saya. Dan saya hanya dapat membalasnya dengan senyum.

Saat itulah saya menyadari betapa beruntungnya saya selama ini dan betapa tidak bersyukurnya saya selama ini. Hidup itu memang dilema dan roda, ada saatnya di atas dan ada saatnya kita di bawah. Setelah kejadian tersebut, saya justru menemukan lebih banyak lagi teman-teman saya yang seperti dia, ada yang harus menjadi pembantu rumah tangga di sebuah keluarga, bahkan ada yang harus menjadi kuli pengangkat pasir untuk berjuang hidup. Dan semua itu dapat saja memberikan tekanan kepada mereka saat proses belajar mengajar berlangsung. Dan semua itu sekali lagi telah membuka lebar-lebar mata saya. Saya berjanji tidak akan melupakan semua masa-masa dan teman-teman saya di SMA ini, yang “walaupun Swasta namun Bermutu”. Dimana saya dapat menemukan orang-orang yang harus berjuang keras dalam kehidupan,dan tidak hanya menerima dan menerima saja dari orang tua. Dan saya juga mendapat satu pelajaran lagi, betapa ternyata tugas seorang pelajar bukanlah hanya untuk belajar namun juga harus dapat merealisasikan pelajarannya dalam kehidupan nyata untuk mengentas kemiskinan.

Mari Berjuang Dalam Kehidupan dengan kalimat Bismillah Teman-Teman, Allah tidak akan menilai suatu pekerjaan dari hasilnya, namun Allah akan menilainya dari seberapa besar USAHA kita!

100 Mahfudzat (Mutiara Kehidupan)

Standard

Apa yang akan anda baca pada postingan kali ini adalah 100 Mahfudzat yang telah saya pelajari di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 tepatnya saat saya berada di kelas 1. Semoga dapat memberikan kenyamanan dan pencerahan hati.

1. من سار على الدرب وصل

Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
2. من جد وجد

Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia
3. من صبر ظفر

Barang siapa sabar beruntunglah ia
4. من قل صدقه قل صديقه

Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya
5. جالس أهل الصدف والوفاء

Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji
6. مودة الصديق تظهر وقت الضيق

Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan
7. ومااللذة إلا بعد التعب

Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan
8. الصبر يعين على كل عمل

Kesabaran itu menolong segala pekerjaan
9. جرب ولاحظ تكن عارفا

Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu
10. اطلب العلم من المهد إلى اللحد

Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur
11. بيضة اليوم خير من دجاجة الغد

Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari
12. الوقت أثمن من الذهب

Waktu itu lebih mahal daripada emas
13. العقل السليم في الجسم السليم

Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat
14. خير جليس في الزمان كتاب

Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku
15. من يزرع يحصد

Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam)
16. خير الأصحاب من يدلك على الخير

Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan
17. لولا العلم لكان الناس كالبهائم

Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang
18. العلم في الصغر كالنقش على الحجر

Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu
19. لن ترجع الأيام التي مضت

Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu
20. تعلمن صغيرا واعمل له كبيرا

Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar
21. العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر

Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah
22. الاتحاد أساس النجاح

Bersatu adalah pangkal keberhasilan
23. لا تحتقر مسكينا وكن له معينا

Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya
24. الشرف بالأدب لا بالنسب

Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan
25. سلامة الإنسان في حفظ اللسان

Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya)
26. آداب المرء خير من ذهبه

Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya
27. سوء الخلق يعدي

Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular
28. آفة العلم النسيان

Bencana ilmu itu adalah lupa
29. إذا صدق العزم وضح السبيل

Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya
30. لا تحتقر من دونك فلكل شيئ مزية

Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan
31. أصلح نفسك يصلح لك الناس

Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu
32. فكر قبل أن تعزم

Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan)
33. من عرف بعد السفر استعد

Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia
34. من حفر حفرة وقع فيها

Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya
35. عدو عاقل خير من صديق جاهل

Musuh yang pandai, lebih baik daripada
36. من كثر إحسانه كثر إخوانه

Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya
37. اجهد ولا تكسل ولا تك غافلا فندامة العقبى لمن يتكاسل

Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas
38. لا تؤخر عملك إلى الغد ما تقدر أن تعمله اليوم

Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini
39. اترك الشر يتركك

Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu
40. خير الناس أحسنهم خلقا وأنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia
41. في التأني السلامة وفي العجلة الندامة

Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan
42. ثمرة التفريط الندامة وثمرة الحزم السلامة

Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan
43. الرفق بالضعيف من خلق الشريف

Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat)
44. فجزاء سيئة سيئة مثلها

Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya
45. ترك الجواب على الجاهل جواب

Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya
46. من عذب لسانه كثر إخوانه

Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya
47. إذا تم العقل قل الكلام

Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya
48. من طلب أخا بلا عيب بقي بلا أخ

Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman
49. قل الحق ولو كان مرا

Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit
50. خير مالك ما نفعك

Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu
51. خير الأمور أوساطها

Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja)
52. لكل مقام مقال ولكل مقال مقام

Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat
53. إذا لم تستحي فاصنع ما شئت

Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki)
54. ليس العيب لمن كان فقيرا بل العيب لمن كان بخيلا

Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir
55. ليس اليتيم الذي قد مات والده بل اليتيم يتيم العلم والحسب

Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti
56. لكل عمل ثواب ولكل كلام جواب

Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya
57. وعامل الناس بما تحب منه دائما

Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya
58. هلك امرؤ لم يعرف قدره

Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri
59. رأس الذنوب الكذب

Pokok dosa itu, adalah kebohongan
60. من ظلم ظلم

Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya
61. ليس الجمال بأثواب تزيننا إن الجمال جمال العلم والأدب

Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan
62. لا تكن رطبا فتعصر ولا يابسا فتكسر

Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan
63. من أعانك على الشر ظلمك

Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu
64. إخي لن تنال العلم إلا بستة سأنبيك عن تفصيلها ببيان: ذكاء وحرص واجتهاد ودرهم وصحبة أستاذ وطول زمان

Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
- Kecerdasan
- Kethoma’an (terhadap ilmu)
- Kesungguhan
- Harta benda (bekal)
- Mempergauli guru
- Waktu yang panjang
65. العمل يجعل الصعب سهلا

Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah
66. من تأنى نال ما تمنى

Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan
67. اطلب العلم ولو بالصين

Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina
68. النظافة من الإيمان

Kebersihan itu sebagian dari iman
69. إذا كبر المطلوب قل المساعد

Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya
70. لا خير في لذة تعقب ندما

Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan
71. تنظيم العمل يوفر نصف الوقت

Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu
72. رب أخ لم تلده والدة

Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu
73. داووا الغضب بالصمت

Obatilah kemarahan itu dengan diam
74. الكلام ينفذ مالا تنفذه الإبر

Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum
75. ليس كل ما يلمع ذهبا

Bukan setiap yang mengkilat itu emas
76. يسرة المرء تنبئ عن سريرته

Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya
77. قيمة المرء بقدر ما يحسنه

Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya
78. صديقك من أبكاك لا من أضحكك

Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa
79. عثرة القدم أسلم من عثرة اللسان

Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah
80. خير الكلام ما قل ودل

Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas
81. كل شيئ إذا كثر رخص إلا الأدب

Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti
82. أول الغضب جنون وآخره ندم

Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan
83. العبد يضرب بالعصا والحر نكفيه بالإشارة

Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat
84. انظر ما قال ولا تنظر من قال

Perhatikanlah apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan
85. الحسود لا يسود

Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia
86. الأعمال بخواعمها

Tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya
87. إلهي لست للفردوس أهلا # ولا أقوى على النار الجحيم

Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka
فهب لي توبة واغفر ذنوبي # فإنك غافر الذنب العظيم

Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar
ذنوبي مثل أعداد الرمال # فهب لي توبة ياذاالجلال

Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan
وعمري ناقص في كل يوم # وذنبي زاد كيف احتمال

Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
إلهي عبدك العاصي أتاك # مقرا بالذنوب وقد دعاك

Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu
فإن تغفر فأنت لذا أهل # فإن تطرد فمن نرجو سواك

Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah ahli pengampun
Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

Drama Arena 2010 – 2011

Image

Jika anda bertanya dan menganggap bahwa kehidupan di pondok sangat membosankan, maka anda mengalami kesalahan persepsi yang benar – benar salah. Kehidupan pondok tidaklah begitu membosankan seperti yang anda duga, karena saya telah mengalaminya, walaupun pada kenyataannya banyak sekali yang mendapatkan depresi berat di pondok ini. Pondok yang saya maksud adalah Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 di Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Berbagai hiburan yang terdapat di pondok ini adalah PORSENI, Gebyar Seni Darussalam, Panggung Gembira, Drama Contest dan foto yang dapat anda lihat di atas adalah Drama Arena yang diadakan oleh angkatan kelas 5 2010-2011 (VOXI).

Drama Arena adalah suatu pagelaran drama yang setiap tahun diadakan untuk kelas 5 KMI. Tentu saja persiapan yang dilakukan tidak segampang dan semudah apabila kita mempersiapkan pagelaran topeng monyet di pinggir jalan. Namun persiapan Drama Arena amat sangatlah penuh perjuangan dan penuh keringat. Kita harus bersusah payah menyiapkan berbagai tetek bengek yang akan dipertontonkan saat hari H datang. Diawali dengan pemilihan ketua Drama Arena yaitu Masyitoh Anis, Inayatul Maula, dan Ana Maulida. Setelah itu mulai disusunlah banyak bagian dan seksi – seksi acara. Mulai dari bagian sutradara acara, panggung ataupun cerita, kemudian bagian keamanan, perlengkapan, kostum, konsumsi, humas, make up, musik, lighting, bahkan sampai souvenir. Semuanya dipersiapkan secara matang hanya dalam waktu 1 bulan, yang kami anggap adalah waktu yang sangat sempit dan sangat menekan. Namun kami tidak patah semangat, kami terus menerus berlatih bersama – sama dan tanpa kenal lelah. Bagian kostum menjahitkan semua kostum yang akan dipakai, bahkan saat pelajaran mereka mencuri waktu untuk menyelesaikan kostum-kostum. Bagian drama melatih peranan yang akan mereka mainkan saat hari H berlangsung. Bagian musik sibuk menyesuaikan musik yang akan diperdengarkan, bagian tari sibuk melatih tarian mereka setiap hari, bagian seni sibuk mempersiapkan background panggung dan dekorasi – dekorasi sekitar panggung, dll. Semuanya sibuk dalam kesibukan bagian masing-masing namun yang paling sibuk adalah ketua Drama Arena. Mereka harus memantau setiap kegiatan yang dilaksanakan dan yang paling sulit adalah mereka harus menyatukan antara Intensive dan Reguler (‘Adhi). KArena bagaimanapun juga kami kelas 5 tidak hanya berasal dari satu jenis, tetapi kami berasal dari gabungan antara Intensive dan ‘Adhi. Bahkan menurut saya terlalu banyak kontraversi saat itu.

Peranan saya dalam Drama Arena 2010 – 2011 saat itu sebagai sutradara cerita. Dan saya tidak bekerja sendirian. saya mempunyai partner yang mungkin menurut saya tidak begitu cocok dengan saya saat itu. Maka kami bekerja sendiri – sendiri tanpa ada komunikasi untuk bersatu. Yaah saya akui saya sangat kesal dengan sikapnya dan bahkan saya mogok untuk bekerja dengannya. Saya kabur ke ruang kesenian dan membantu membuat background disana karena disanapun sedang kekurangan orang, lagipula saya lebih menyukai pekerjaan menggambar dan mengecat daripada harus beradu argumentasi dengan partner saya yang sebenarnya. Bahkan saat hari H berlangsung saya merangkap menjadi lighting dan tidak menemui partner saya. Saya akui sikap saya sangat kekanak – kanakan ,tapi bagaimana lagi mengapa saya harus menemani orang yang tidak mau bekerjasama dengan saya? Haha.. baiklah tapi itu adalah contoh yang buruk dan tidak boleh dicontoh.
Begitulah hal yang terjadi selama persiapan DA berlangsung. Penuh dengan kontraversi yang tidak perlu. Karena itu Ketua DA bertugas untuk menyatukan kami. Bagaimanapun juga inilah yang disebut dengan proses kedewasaan demi terwujudkannya UKHUWAH ISLAMIYYAH.

Walaupun kami menemukan banyak kealotan dan halangan saat persiapan berlangsung, akhirnya kami dapat bersatu padu pada saat hari H yang menentukan. Kami bahu membahu dan menyadari bahwa tidak ada gunanya berseteru terus – terusan karena jika tidak maka DA kami akan hancur total. Dan saat hari H berlangsung alhamdulillah semua berjalan lancar walaupun ada beberapa halangan kecil yang menghadang, tetapi semuanya kami atasi dengan cukup baik. Ini semua berkat Doa kami kepada Allah SWT dan persatuan kami. Entah apa yang akan dikatakan para pemirsa dan para juri, entah bagaimana penilaian mereka, namun kami tetap bersyukur atas semuanya. Yang jelas kami sudah berusaha dan kami serahkan semuanya kepada Allah SWT.